Kamis, 25 September 2008
Apa bayi saya siap untuk....

Tidur tengkurap
Sejak tahun 1992, ketika American Academy of Pediatrics (AAP) pertama kali merekomendasikan untuk menelentangkan bayi ketika tidur, angka Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) tahunan menurun hingga 50%. Namun, begitu tubuh atas bayi Anda cukup kuat untuk sering berguling-guling, kira-kira usia 5 bulan, ia pasti punya kekuatan untuk menghindar dari bahaya sesak napas, serta risiko SIDS juga menurun. Risiko terbesar terserang SIDS adalah 6 bulan pertama.

Pakai selimut dalam boks
AAP pernah memberikan pernyataan resmi untuk menghindarkan pemberian selimut (berpotensi untuk menyebabkan sesak napas) sampai bayi Anda berusia setahun. Tapi, beberapa dokter anak oke-oke saja untuk urusan yang satu ini, khususnya untuk bayi usia 6 bulan. "Selimut kecil dan seukuran boks bayi boleh digunakan untuk bayi yang sudah bisa mengangkat kepala dan mendorong selimut itu atau merangkak dari dalam selimut,” tutur Jennifer Roche, M.D., dokter anak yang berpraktek dalam grup swasta di Amherst, Massachusetts.

Melepas bantalan pada kisi-kisi boks
Biar aman, sebaiknya hindari bantalan yang besar dan berbulu halus, serta ingatlah untuk mengikat bantalan pada kisi-kisi boks sekencang mungkin. Juga, pastikan tidak ada celah di antaranya, sehingga kepala bayi tidak akan tersangkut di antara bantalan dan kisi-kisi boks. Menurut beberapa dokter, Anda harus segera mencopot bantalan boks begitu si kecil sudah bisa duduk, sekitar umur 6 bulan. Namun yang pasti, jangan ditunda sampai bayi berusia lebih dari 9 bulan. Bukan apa-apa, umumnya ia sudah bisa mengangkat tubuhnya ke posisi berdiri. Meski belum tentu terjadi, bayi Anda bisa saja menggunakan bantalan tadi sebagai ‘pijakan’ dan meluncurlah ia ke luar boks.

Tidur dengan mainan dalam boks
Sementara AAP tidak merekomendasikan bayi tidur dengan mainan empuk hingga usia satu tahun, Ari Brown, M.D., penulis Baby 411 mengatakan, tidak apa-apa kalau si kecil sudah berumur 6 bulan, dengan syarat, mainan empuk itu musti tidak lebih besar dari ukuran kepalanya, serta tidak punya mata yang bisa dicopot-copot atau kancing. Bayi juga harus sudah piawai berguling-guling dan bergerak ke sana-sini.Anda harus mencopot mainan yang bisa bergerak dari boks begitu si kecil berumur 6 bulan. Mainan yang digantung boleh-boleh saja asal tidak terdiri dari bagian-bagian kecil yang bisa bikin tersedak. Pertimbangkan apakah bayi Anda bisa tahan untuk tidak iseng-iseng meraihnya. Karena bayi paling senang mengunyah buku yang terbuat dari karton tebal, para dokter merekomendasikan hanya memberinya buku dari kain dalam boks setelah ia menginjak setahun.

Duduk di car seat
Anak harus tetap duduk menghadap ke belakang sampai berat badannya minimal 10 kg, dan berusia satu tahun. Bepergian dalam posisi menghadap ke belakang akan jauh lebih aman. Begitu Anda duduk menghadap ke depan, kemungkinan untuk mengalami hentakan kepala yang tiba-tiba dari depan ke belakang dalam mobil akibat ditabrak dari belakang semakin besar.

Berenang
Enam bulan adalah usia paling pas untuk membawa bayi ‘berenang’ dalam lengan Anda. Mengapa harus menunggu selama itu? Bayi yang lebih kecil akan kedinginan dalam air. Pada umur 6 bulan, kemampuan bayi untuk mengatur suhu tubuh sudah berkembang. Tidak peduli di manapun Anda berenang, pastikan ia tidak menelan air.

Ke taman bermain
Kapan si kecil boleh main perosotan dan ayunan? Ukuran dari alat bermain itu sangat penting, begitu pula kemampuan motorik bayi Anda. Begitu ia sudah bisa duduk sendiri –biasanya usia 6 bulan – mungkin saja ia akan menikmati saat berayun-ayun pelan dalam ayunan khusus (bucket swing). Bila anak Anda pemanjat dan pejalan sejati, ia bisa saja main perosotan kecil sendirian pada umur 18 bulan.
posted by Medina @ 00.03   0 comments
Selasa, 23 September 2008
Baby Dress Hunter
punya baby lucu, cantik(kata bundanya, hehe) jadi punya hobby baru, tau ga apa? berburu baju bayi, walau kadang cuma liat2 aj, mau beli?tanggung kali yee.... Medina cepat gedenya...kan sayang mubazir kalo sering2 beli baju...ga kepake kaleee....
posted by Medina @ 05.42   0 comments
Jumat, 19 September 2008
Berenang Bikin IQ Tinggi
sumber : nakita

Jadi, Bu-Pak, ajaklah si kecil berenang. Sekalipun masih bayi, tak masalah. Bahkan, bayi baru lahir pun tak akan tenggelam kalau dicemplungin ke dalam air.

Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun lebih baik.
Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa, karena bayi tak pernah memiliki faktor X semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya? Lagi pula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang.
Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam, karena pada usia tersebut, ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang. “Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan,” jelas Dr. Karel Staa dari RS Pondok Indah, yang juga mantan perenang pemegang rekor 200 meter gaya dada pada 1960-1962.

Jadi, bila kita meletakkan bayi usia di bawah 3 bulan di dalam air, secara otomatis ia akan menggerak-gerakkan kakinya menyerupai paddle dog sehingga tak tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia di bawah 3 bulan bayi sudah bisa berenang dengan gaya primitif. Bukan berarti setelah usia tersebut, bayi tak bisa berenang lagi, lo. Kendati refleksnya sudah menghilang, ia tetap bisa melakukan gerakan berenang walaupun tak terorganisir atau acak-acakan. Soalnya, dengan ada gaya gravitasi, ia merasa ditekan dari bawah air sehingga ia bisa mengambang. Ia pun jadi senang.
Apalagi sejak di perut ibu, bayi sebenarnya juga sudah berenang dalam air ketuban selama 9 bulan. Setelah lahir, kemampuannya berenang tinggal ditingkatkan saja. Bahkan, saking populernya berenang ini, di luar negeri sampai ada proses melahirkan yang dilakukan di dalam air, lo. “Secara medis, hal ini tak akan menimbulkan masalah karena merupakan proses alami.”Jadi, tak ada alasan lagi untuk ragu-ragu mengajak si kecil berenang, ya, Bu-Pak.
HARUS AMAN
Yang penting diperhatikan, ketika berenang bayi harus merasa aman dan memang harus ada pengaman. Jadi, orang tua harus mendampinginya. Ini syarat mutlak, lo. “Jika orang tua sama-sama masuk ke dalam air dan sama-sama berenang dengan bayi, maka selain merasa aman, bayi pun bisa merasakan ada respon dari orang tua,” tutur Karel.
Disamping, dengan orang tua mendampingi juga bisa bermain dengan bayi sehingga ada interaksi antar manusia. “Ini merupakan salah satu keunggulan berenang.” Coba bandingkan kala bayi baru belajar duduk atau berjalan, apakah orang tua akan mendampingi dan melakukan gerakan yang sama terus menerus dengan anak? Kan, enggak. “Nah, berenang lain. Mereka sama-sama masuk air, sama-sama berenang sehingga rasa enjoy-nya lebih. Ini akan berguna untuk perkembangan psikologis anak.”
Itulah mengapa, kedua orang tua sebaiknya ikut bersama bermain di dalam air.Tentunya, berenang juga berguna untuk pertumbuhan. “Motoriknya berkembang lebih pesat ketimbang ia hanya bermain di lantai.” Bukankah saat berenang, semua otot bekerja? Nah, kalau di lantai, hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja. Apalagi jika ibu memberikan baby walker sehingga bayi jadi terbiasa berjalan dengan alat itu. Akhirnya, gerakan-gerakan ototnya jadi terbatas karena hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja.

PERHATIKAN KEBERSIHAN AIR
Nah, kini Ibu-Bapak semakin mantap, kan, mengajak si kecil berenang? Tapi berenangnya di rumah saja, ya, kalau usia si kecil masih di bawah 6 bulan, agar bisa mengontrol kebersihan dan suhu airnya. Jangan lupa, di usia ini enzim pencernaan bayi belum matang. Jadi, kalau ia secara tak sengaja menelan air yang tak bersih kala berenang, bisa mengakibatkan mencret, muntah, dan sebagainya.
Bukan berarti di rumah harus ada kolam renang, lo. Toh, banyak benda yang bisa dijadikan sebagai pengganti kolam renang seperti bak mandi, ember besar, bathtub, dan lainnya. Nah, biasakan bayi bermain di situ.
“Sebenarnya, ketika bayi tengah mandi atau bermain air merupakan salah satu cara mengenali atau menghayati air pada anak,” tutur Karel.
Setelah bayi berusia 6 bulan ke atas barulah bawa ia ke kolam renang terbuka atau umum.“Tapi harus pilih, ya. Mungkin di Indonesia masih sulit karena kita, kan, enggak punya kolam berenang khusus bayi. Bahkan kebanyakan kolam renang di Jakarta, air yang dipakai itu-itu saja, muter saja di situ. Diputarnya pakai mesin lalu ditambahkan kaporit dan daun-daun atau kotorannya diangkat; sebulan sekali baru diganti.” Hal ini dikarenakan sulitnya sumber air di Jakarta. Lain dengan di kota pegunungan seperti Bogor dan Cibodas, “mereka memiliki kolam renang yang airnya mengalir”.

Jadi, bila mau membawa bayi berenang di kolam renang umum, pilih waktu yang tepat, yaitu ketika kolam renang masih dalam keadaan bersih; biasanya di waktu pagi. “Suhunya juga harus disesuaikan, sebaiknya jangan lebih dari 31 atau 32 derajat celcius.”Khusus untuk bayi usia satu bulan pertama, suhunya 34-35 derajat celcius.Kebersihan lain yang harus diperhatikan ialah kaporitnya, “jangan terlalu jenuh, karena kaporit bisa mengakibatkan iritasi kulit, mata, dan lainnya.”Ukuran kaporit yang ditetapkan untuk anak adalah 6-8 ppm. Hati-hati, lo, Bu-Pak, jika bayi sudah merasa trauma karena matanya perih, misal, selanjutnya akan jadi kendala.

UNTUK REKREASI
Yang perlu diingat, jangan sampai orang tua mengajak bayi berenang untuk mengejar prestasi karena tujuan utamanya adalah rekreasi. Beberapa asosiasi kedokteran anak di luar negeri malah mengatakan, berenang pada anak usia di bawah 4 tahun jangan dijadikan tujuan untuk mengejar prestasi.
Di atas usia itu barulah orang tua bisa mengajarkan gaya-gaya berenang yang ditargetkan untuk prestasi.Dalam bahasa lain, bayi berenang hanya untuk fun. “Mulai usia setahun bolehlah diarahkan pada prestasi, tapi tidak dengan cara ditekan,” ujar Karel. Misal, setiap hari harus berenang 50 meter bolak-balik. Soalnya, di usia tersebut ia baru bisa mengikuti gerakan-gerakan renang yang dilakukan orang tuanya. Sama halnya dengan bayi usia setahun yang suka marah-marah karena melihat orang tuanya yang suka marah-marah, begitu pula berenang. “Kalau orang tua suka berenang dengan gaya yang cukup baik maka ia pun akan mengikuti.”

Jadi, ajak si kecil berenang untuk kesehatannya lebih dulu, ya, Bu-Pak. Soal gaya renang akan mengikuti secara otomatis bila ia sudah menyukainya. Jangan lupa, ketika mendampinginya, Ibu-Bapak juga harus fun, lo, bukan lantaran terpaksa.

Faras Handayani
posted by Medina @ 05.02   0 comments
Bahayakah Bila Si Kecil Menonton Televisi
Wah ada kemajuan neh, Medina sekarang suka nonton tivi? hehehehe, kalo udah nonton serius banget, itu terjadi Semenjak Medina bisa menegakkan kepalanya dan selalu minta di gendong duduk. akhirnya yah klo menyusuinya saya terpaksa menghadapkan Medina ke televisi, karena kadang ia berhenti menyusu sebentar hanya untuk melihat televisi, kemudian menyusu lagi. yang menjadi pertanyaan, apakah televisi bagus buat bayi? lalu bagaimana efek radiasinya bagi si bayi?

Sebuah tes yang dilakukan di Jerman terhadap 1.000 bayi berusia 9 bulan hingga 2 tahun memperlihatkan pengaruh suara televisi di dalam rumah. Seorang anak yang banyak menghabiskan waktunya di depan televisi membutuhkan waktu lebih banyak untuk belajar bicara.Pada beberapa kasus, keterlambatan bicara ini diakibatkan adanya indikasi gangguan pendengaran atau tuli.

Menurut Dr. Sally Ward, seorang ahli terapi bicara di rumah sakit Manchester, anak-anak yang terbiasa mendengar suara-suara di televisi, sulit beradaptasi dengan suara-suara orang yang ada di sekitarnya.

Akibatnya, ia pun lambat diajak bicara. Ward juga menganjurkan agar televisi sebaiknya tidak terus-menerus dihidupkan. Apalagi membiarkan si bayi bermain-main sendiri di depan layar TV yang menyala.

mmhhh kita sebagai orang tua di anjurkan memperbanyak komunikasi memperdengarkan bayi kita pada suara-suara yang non-artifisial. terus yang paling ideal, saat kita bercakap-cakap dengan si bayi, matikanlah televisi, agar hanya suara kita yang didengarnya. Ga usah nonton lagi yah Medina.....:)
posted by Medina @ 05.02   0 comments
Medina kemaren di Imunisasi
Kemaren saya membawa Medinah ke puskemas untuk imunisasi. Kata dokter seh harus lengkap imunisasinya, biar bayi kita mempunyai pertahanan tubuh yang kuat dan mampu melawan infeksi, Alhamdulillah, selesai 1 lagi imunisasinya.
Habis imunisasi tadi badannya panas trus juga agak rewel. Biar panasnya hilang saya kompres aja, udah agak mendingan. tapi rewelnya masih tetep aja. Kalau udah rewel begini biasanya saya mesti agak begadang, karena dia mudah kebangun terpaksa saya tidurkan telungkup jadi harus di jagain terus, klo udah agak nyenyak baru saya ubah posisinya biar telentang. huh capek deh...tapi gak apa-apa, demi si kecil.
posted by Medina @ 05.02   0 comments
Nama-nama bayi
Apakah kamu seorang calon ayah atau ibu? Selamat! sebentar lagi hari-harimu akan lebih indah. Nah, jangan bingung memikirkan namanya, kalau kamu seorang muslim/muslimah, kamu mempunyai alternatif menamai calon bayi anda dengan nama-nama yang islami dan bisa dirangkaikan dengan nama marga. Ingat, nama untuk bayi laki-laki lebih baik memakai ahmad atau Muhammad didepannya, atau nama Abdullah dan Abdurrahman.
Tahukah kamu bahwa seorang anak berhak memperoleh nama yang baik dari orang tuanya? ya, anak berhak diberi nama yang baik. Kalau seandainya anak sudah dewasa dan ia menyadari bahwa namanya kurang layak atau termasuk kategori buruk dan tidak baik, maka ia berhak mengganti namanya dengan yang lebih baik. Bingung mencari nama yang baik buat calon bayi? neh ada link yang lengkap buat kamu, selamat mencari. http://talkislam.com/names/index.php. Atau kalau mau di rangkaikan nama untuk calon bayi anda, silahkan kirim imel :)
posted by Medina @ 05.02   0 comments
Cara Membuat Blog Bagi Para Bunda
Mungkin ada diantara anda-anda yang belum tahu tentang blog dan bertanya-tanya tentang blog, maka saya akan mengulas sedikit tentang blog menurut versi saya sendiri. 1. Apa itu Blog ? Blog ( singkatan dari Web log) adalah situs yang sifatnya lebih pribadi, yaitu lebih berat kepada penggambaran dari si pembuat blog itu sendiri. Blog dibuat oleh para desainer penyedia blog agar bekerja secara otomatis dan mudah untuk dioperasikan , jadi bagi kita-kita yang masih bingung dengan bahasa pemrograman untuk membuat sebuah website tidak jadi persoalan. Apabila anda sudah bisa membuat sebuah account email di internet, maka dalam membuat blog pun saya yakin anda bisa. 2. Cara membuat blog Seperti halnya e-mail, dalam membuat blog pun kita harus mempunyai sebuah account terlebih dahulu, oleh karena itu silahkan daftarkan diri anda terlebih dahulu di free blog provider (penyedia hosting/domain blog gratis). Free blog provider sangatlah banyak terdapat di internet dan beberapa yang populer saat ini adalah http://www.blogger.com, http://www.wordpress.com serta http://blogsome.com. Dalam kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang cara pembuatan blog di http://www.blogger.com, Silahkan anda klik gambar dibawah untuk mendaftar.

Setelah anda berada pada situs blogger.com, anda akan melihat gambar seperti gambar di atas. Silahkan lakukan langkah-langkah berikut ini :
1. Klik tanda anak panah yang bertuliskan " CIPTAKAN BLOG ANDA "
2. Isilah Alamat Email dengan alamat email anda (tentunya yang valid)
3. Isikan kembali alamat email anda tadi pada form Ketik ulang alamat email
4. Tuliskan password yang anda inginkan pada form Masukkan sebuah password
5. Isikan kembali password anda tadi pada form Keyik ulang sandi (password)
6. Isi Nama Tampilan dengan nama yang ingin anda tampilkan
7. Tulis tulisan yang tertera pada form Verifikasi Kata. Beri tanda tik/cek pada kotak di pinggir tulisan Saya menerima Persyaratan dan Layanan.
8. Klik gambar anak panah yang bertuliskan "LANJUTKAN"
9. Tuliskan judul blog yang anda inginkan (nanti bisa di rubah lagi) pada form Judul Blog
10. Tulis nama situs anda pada form Alamat Blog (URL)
11. Tulislah tulisan verifikasi yang ditampilkan pada form Verifikasi kata, jika sudah selesai klik gambar panah yang bertuliskan "LANJUTKAN".
12. Pilihlah gambar (template) yang anda inginkan (nanti bisa di rubah lagi), kemudian klik gambar anak panah yang bertuliskan "LANJUTKAN"
13. Setelah keluar tulisan "Blog Anda telah di iptakan". Klik gambar panah bertuliskan "MULAI POSTING". Silahkan anda tuliskan semau anda, jika sudah selesai klik tombol "MEMPUBLISKAN POSTING".
3. Isi ( Content ) blog : Bagi para pemula, biasanya mereka bingung setelah daftar membuat blog apa yang harus di isi( diposting ) dalam sebuah blog. Isi ( content ) dari sebuah blog tentu saja terserah kepadasi pemilik blog itu sendiri, apakah mau di isi puisi, perjalan hidup, teknik, ataupun apa saja. Nah di sini saya menyarankan, isilah blog anda tersebut dengan minat ataupun hoby serta keahlian anda sendiri, karena tentu saja di luar sana banyak sekali orang yang tentunya sama minat dan hoby nya dengan anda, sehingga mereka akan tertarik untuk membaca tulisan-tulisan anda
posted by Medina @ 05.02   0 comments
Kalau Balita Susah Makan

Sumber: infobunda.com


Memang, menurut Dr. William Sears dalam bukunya, The Baby Book, kebiasaan makan yang tidak menentu adalah ciri khas perkembangan normal anak-anak balita yang dipengaruhi suasana hatinya. Anak balita bisa saja makan dengan baik hari ini, tapi besok ia bisa menolak makanan yang sama. Bila ini berlangsung sesekali, sebenarnya orangtua tak perlu risau, karena umumnya anak balita akan menyeimbangkan kebutuhannya akan makanan, dan ia akan minta makan bila sudah merasa lapar, dan berhenti bila ia sudah kenyang. Apalagi, seorang bayi yang belum berusia setahun, perutnya hanya sebesar kepalan tangannya. Maka, makanan sebanyak itu pula yang dibutuhkannya setiap hari, tak lebih dari itu.

Namun, tentu saja orangtua juga tak bisa menyerahkan kesulitan makan ini pada faktor biologis anak. Apalagi, tingkah laku anak akan bertambah buruk bila anak semakin lama tidak makan.
Karena itu, tetap ada hal-hal yang bisa dilakukan bunda, yaitu:

1. Membentuk makanan menjadi saus atau krim.Anak-anak suka mencelupkan jari ke makanan, karena itu bentuklah makanan menjadi seperti krim atau saus yang beraroma. Misalnya, dengan melumatkan avokad, menghaluskan buah-buahan atau sayuran yang dimasak dengan bumbu sedikit saus salad, melumatkan kacang panjang atau buncis tanpa serat, melumatkan tahu, atau membuat krim keju halus.

2. Membuat selai.Olesan pada makanan juga disukai balita, yang umumnya berwujud selai. Buatlah selai dari avokad, keju, saus daging, mentega kacang, atau selai buah-buahan. Oleskan pada biskuit, kue-kue kering, dan roti.

3. Menghias makanan.Bentuk yang menarik juga disukai balita. Selain itu, Anda juga bisa mengakali makanan yang tidak disukai balita menjadi dimakan dengan cara meletakkannya di bawah makanan yang mereka sukai. Jadi, bila ia tidak suka sayuran, letakkan sayuran di bawah topping yang menarik, seperti keju, saus tomat, saus daging, mentega kacang, dan sebagainya, dan bentuklah dengan bentuk binatang, bulat,atau hati, sesuai selera.

4. Buatlah finger food.Piring yang penuh bisa jadi membuat anak kurang berselera makan. Karena itu, bagi Anda yang kreatif, sajikan makanan dalam porsi kecil-kecil, dan tambahlah lagi bila masih ada. Selain itu, membentuk makanan dalam wujud yang mudah disantap, seperti finger food, lebih akan menerbitkan selera mereka. Makanan seperti nugget bisa Anda buat sendiri, dan bisa terdiri dari campuran tepung, sayuran, dan daging yang menyehatkan sekaligus mengenyangkan.

5. Gunakan kursi khusus dan sabuk pengaman.Supaya anak duduk diam ketika makan, sediakan selalu kursi makan khusus untuk balita, bisa di kursi tinggi, atau di kursi yang memiliki sabuk pengaman supaya ia tidak jatuh karena banyak bergerak.

6. Sering mengubah menu.Dalam hal ini, Anda dituntut untuk bersikap fleksibel ketika mempersiapkan menu dan menyajikan makanan. Bila teknik penyajian tidak berhasil, ubahlah menunya. Cobalah berbagai teknik yang berbeda dan jenis makanan yang lebih variatif.

posted by Medina @ 05.02   0 comments
Bahaya Obat Batuk Yang Dijual Bebas Bagi Bayi

Obat batuk yang dijual bebas bila diberikan kepada anak usia di bawah 2 tahun akan sangat berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian.Demikian hasil penelitian yang dirilis oleh Morbidity and Mortality Weekly Report (media publikasi Badan Pemberantasan Penyakit Menular Amerika Serikat bulan Januari yang lalu. Sepanjang tahun 2004 -2005, terdapat lebih dari 1.500 anak di bawah umur 2 tahun harus masuk UGD akibat meminum obat batuk bebas.
Dijelaskan pula bahwa pada Tahun 2005, tiga balita di bawah 6 bulan meninggal akibat obat bebas tersebut. Ketiga balita yang meninggal itu, berusia 1-6 bulan, dan dua di antaranya laki-laki. Meskipun ketiganya meninggal di rumah, hasil otopsi membuktikan bahwa kematian mereka disebabkan obat batuk-pilek.
posted by Medina @ 05.02   0 comments
Arti Nama Medina Fiamanella
ketika mengetahui isteri telah mengandung, saya sibuk memikirkan nama untuk si bayi nantinya. Beberapa nama-nama islami muncul di benak saya, akan tetapi saya ingin memberi nama islami yang "menarik". Saya membicarakan beberapa nama dengan isteri, dan akhirnya kami menyetujui nama: Medina Fiamanella. Medina lahir pada tanggal 23 mei 2008, di klinik umi Bengkulu, pada jam 5 subuh pagi, pada pagi harinya saya langsung mengirimkan berita gembira tersebut kepada seluruh teman dan kerabat melalui sms. Medina adalah kota Madinah yang merupakan kota suci bagi umat islam. Kota yang mana penduduknya melindungi nabi dan dakwahnya ketika beliau harus meninggalkan Makkah. Kota yang Allah pilih sebagai tempat disemayamkannya jasad Rasulullah saw. Kota yang selalu di jaga para malaikat hingga hari kiamat. Karena itulah kami menamakannya Medina, sedangkan Fiamanella diambil dari bahasa arab "fi amanillah" yang berarti dalam lindungan Allah, yaitu Kota Madinah yang berada dalam lindungan Allah. Dengan Harapan semoga kelak hatinya bisa sesuci kota Madinah dan selalu dilingungi Allah.
posted by Medina @ 05.02   0 comments
 
About Me


Name: Medina
Home: Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
About Me: Medina adalah buah hati kami yang berumur 4 bulan..lucu..menggemaskan..pokoknya medina aj...
See my complete profile

Previous Post
Archives
Links

Tracked by Histats.com

ShoutMix chat widget
Blogger Templates